Sabtu, 21 Agustus 2010

belajar photography bag III

ini link download untuk anda yang ingin belajar tentang bagaimana memotret cipratan air

http://www.4shared.com/get/bUD-yt9W/Spalsh_by_Achmad_hariyanto.html

semoga bermanfaat

belajar fotografy bag II

ini link untuk para pemula yang senang dengan memotret food and drink

http://www.foodportfolio.com/blog/food_photography/food_photo_process.html


semoga bermanfaat :)

belajar photography

ini saya berikan link untuk anda mendownload bagi anda yang ingin belajar fotografi dengan air dan gelas


http://www.4shared.com/document/ZzBI82iQ/Splash_Tutorial.html?


semoga bermanfaat :)

Selasa, 01 Juni 2010

OCEAN


Setelah film “Microcosmos” dan “Winged Migration”, sutradara Perancis Jacques Perrin and Jacques Cluzaud, mengalihkan kamera mereka dengan teknologi tinggi yang belum pernah digunakan sebelumnya pada lautan di dunia serta binatang-binatang yang hidup didalamnya

“Oceans” merupakan hasil dari 75 ekspedisi selama empat tahun di 50 lokasi di dunia salah satunya di Indonesia yaitu di Selat Lembeh Sulawesi, dimana tim kamera menangkap sekitar 80 spesies binatang laut, ikan, lumba-lumba, paus, cumi, kepiting, kura-kura dan lain-lain…

Selasa, 25 Mei 2010

SALT


Pemain: Angelina Jolie, Liev Schreiber, Chiwetel Ejiofor, Daniel Olbrychski

Sebelum resmi menjadi anggota CIA, Evelyn Salt (Angelina Jolie) telah bersumpah untuk selalu setia pada tugas, kehormatan dan negara dan sumpah inilah yang kemudian menjadi pernyataan ketika muncul berita bahwa Evelyn sebenarnya adalah agen ganda. Terjebak sebuah konspirasi, tak ada pilihan buat Evelyn selain berjuang sendiri untuk membersihkan nama baiknya.

Kabar menggegerkan bahwa Evelyn Salt adalah seorang mata-mata Rusia muncul ketika seorang pembelot yang masuk Amerika membeberkan sejumlah bukti yang mengarah pada Evelyn. Karena menempuh jalur resmi sudah tak memungkinkan lagi maka satu-satunya jalan adalah melarikan diri. Evelyn harus bisa membuktikan bahwa tuduhan itu tidak benar.

Tugas pribadi ini tidak mudah karena selain harus mencari bukti-bukti yang bisa membersihkan namanya, Evelyn juga harus melindungi keluarganya dari ancaman pihak-pihak yang tak ingin rahasia mereka terungkap. Hanya satu yang bisa menyelamatkan Evelyn kali ini, pengalaman yang ia dapat selama pendidikan dan bertugas sebagai agen CIA. Evelyn harus cepat karena rekan-rekannya sesama agen CIA juga sedang memburu Evelyn. (kpl/roc)

Minggu, 09 Mei 2010

film part 2


2. sang pemimpi


Sang Pemimpi

LONDON--Film Sang Pemimpi sekuel "Laskar Pelangi" karya Sutradara Riri Riza merebut juara ketiga Audience Awards pada Udine Far East Film Festival, Italia. Audience Awards, didasarkan pada jumlah perolehan suara penonton (voting) seusai penayangan film, ujar Counsellor Pensosbud KBRI Roma Musurifun Lajawa kepada koresponden Antara London, Minggu.

Musurifun Lajawa mengatakan gemuruh tepuk tangan dari sedikitnya 1.000 penonton memenuhi gedung Teatro Nuova berlantai tiga menjadi pemandangan mengharukan pada hari terakhir festival film di Udine. Dikatakannya jepretan kamera para wartawan serta kerumunan penggemar yang meminta tandatangan Riri Riza, yang duduk di barisan tengah gedung pertunjukan.

Sementara itu Mira Lesmana, Sang produser, yang mendampingi Riri mengaku terharu dengan sambutan hangat penonton film Sang Pemimpi di Udine. Udine Far East Film Festival, merupakan ajang tahunan film Asia bergengsi di Italia tahun ini diikuti sebanyak 72 film pilihan dari Asia, yaitu, China, Jepang, Korea, Hong Kong, Indonesia, Philipina, Taiwan, dan Vietnam.

Dua film Indonesia lainnya yang ikut menyedot perhatian penonton pada festival Udine adalah Srigala terakhir karya Upi dan Identitas karya Aria Kesumadewa. Ketika ditanya mengenai perkembangan film Indonesia, Riri mengatakan, sejumlah film Indonesia sudah dapat menyamai film-film Asia lain, termasuk Jepang dan Cina seperti terbukti dengan unggulnya film-film Indonesia di berbagai festival film Asia dan bahkan festival film internasional.

Film Sang Pemimpi tahun ini mengulangi keberhasilan Laskar Pelangi yang bertengger pada posisi ketiga (runner-up) Udine film Far East Film tahun 2009. Sang Pemimpi juga berhasil memperoleh penghargaan Network for the Promotion of Asia Cinema (NETPAC) Critic Award pada Singapore International Film Festival, ujar Riri.

Menurut Konsultan Far East Film Festival, Paolo Bertolini, film-film yang paling banyak diminati penggemar film di Italia dan juga umumnya di negara lain di Eropa adalah film percintaan (romantik) dan horor.

Namun film Laskar Pelangi, dan Sang Pemimpi serta film drama Indonesia yang berkisah tentang semangat tinggi anak-anak sekolah di daerah terbelakang dalam mengejar mimpi untuk kemajuan sangat menarik perhatian penonton. Riri dan Mira merencanakan akan terus membuat film-film serius dengan memotret budaya dan realitas dalam masyarakat Indonesia yang makin terbuka dalam menghadapi tantangan dunia moderen.

Untuk itu, keduannya akan mulai menggarap seri ketiga dari Laskar Pelangi, berjudul Edensor pada paruh kedua tahun 2012. Menurut rencana kedua sineas papan atas Indonesia tersebut akan menggarap film berjudul Bumi Manusia yang diangkat dari Novel terkenal Pramoedya Ananta Tur.

Bumi Manusia telah diterbitkan dalam bahasa Italia dengan judul Questa Terra Delli Uomini, sekitar 10 tahun lalu. Riri mengharapkan jika filmya selesai dan tampil di Udine Film festival, maka akan diadakan seminar dan peluncuran kembali novel dalam bahasa Italia.

Film Sang Pemimpi akan mengikuti Stichting Cinema Asia di Amsterdam pada tanggal 24-30 Mei mendatang dan mendapat kehormatan untuk ditayangkan sebagai film penutup pada festival film itu. Kehadiran pada festival film membawa banyak manfaat untuk berbagi pengalaman dalam dunia perfilman sambil memperluas hubungan persahabatan dan kerjasama dengan sesama sineas.

Untuk itu, Riri mengajak sineas Indonesia untuk memanfaatkan peluang untuk berpartisipasi pada berbagai festival film internasional.

film


film film part 1

1. How to train your dragon

Setelah beberapa pekan, film "Alice in Wonderland" akhirnya lengser juga dari puncak daftar film box office Amerika. Setelah sempat berkuasa selama tiga pekan, melansir laporan mingguan dari laman Reuters, Senin (29/3), film garapan Tim Burton itu akhirnya kalah bersaing dengan film animasi 3-D, "How to Train Your Dragon".

"How to Train Your Dragon" merupakan film terbaru produksi The DreamWorks Animation. Sebelumnya rumah produksi ini pernah sukses dengan "Kung fu Panda" atau juga "Monsters vs Aliens".

Dari hasil penayangan di pekan perdananya, "How to Train Your Dragon" ini berhasil meraup pemasukan hingga 43,3 juta dolar AS. Angka itu merupakan hasil penayangan dari tiga hari, yang telah dimulai sejak Jumat pekan lalu.

Sementara "Alice in Wonderland" melorot ke tempat kedua dengan pemasukan sebesar 17,3 juta dolar AS. Tambahan dari pekan keempat tersebut membuat "Alice in Wonderland" telah meraih total pemasukan hingga 293 juta dolar AS.

Sukses yang berhasil didapat oleh "How to Train Your Dragon" bisa banyak faktor. Selain harga tiket menonton di Amerika yang telah meningkat, faktor lainnya juga adalah review positif yang diberikan media kepada film ini.

Walau demikian sukses tersebut jika dibandingkan dengan film-film produksi DreamWorks Animation terdahulu masih belum terlalu 'tokcer' untuk menjadi mesin pendulang uang.

Bandingkan saja misalnya dengan "Monsters Vs. Aliens" yang langsung mengeruk 59,3 juta dolar AS pada penayangan pekan pertamanya. Sedangkan Kungfu Panda, salah satu film terlaris dari DreamWorks Animation, menembus angka 60,2 juta dolar AS dari pekan pertama.

Lalu jika dibandingkan lagi dengan deretan untuk film-film berkategori 3-D, film "How to Train Your Dragon" ini juga tidak terlalu hebat sekali. Film ini hanya mampu nangkring di urutan ketiga untuk pemasukan pekan pertama. Di atasnya masih ada Alice dan si pemegang rekor pemasukan terbesar di pekan pertamanya, Avatar (77 juta dolar AS).

Paul Dergarabedian, pemimpin dari Hollywood.com yaitu salah satu laman yang bertugas memonitor perkembangan film-film box office, mencatat ada hal menarik yang terjadi sepanjang sembilan pekan terakhir di bioskop Negeri Paman Sam. Setidaknya dari 13 pekan di 2010, sudah sembilan pekan film-film 3-D memimpin daftar film laris di Amerika. ''Begitu juga dengan film Dragon yang 68 persen penjualan tiketnya berasal dari 3-D dan Imax,'' jelasnya.

Sementara itu dari pihak DreamWorks Animation menilai film 3-D ini mempunyai daya pikat lebih besar dibandingkan dengan film-film konvensional lainnya.

''Ya memang saya kira para penonton itu lebih tertarik terhadap sajian yang ditawarakn dari 3-D. Ke depan, DreamWorks Animation akan membuat semua dari film-filmmnya dalam versi 3-D,'' kata Anne Globe, pemimpin dari penjualan global di DreamWorks Animation.

Sementara itu film "How to Train Your Dragon" ini bercerita tentang mitos dunia Viking dan naga. Film animasi komputer dari adaptasi novel dengan judul yang sama ini diisi suaranya oleh sejumlah bintang seperti Jay Baruchel, America Ferrera, Jonah Hill, Gerard Butler, Christopher Mintz-Plasse, Craig Ferguson, dan David Tennant.